ANTV Corp
Newstainment

Rizky Hanggono Mengejar Embun ke Eropa

Oleh : Marwan Albab
Rabu, 14 Desember 2016 | 18:07 WIB
432
Love
Rizky Hanggono Kejar Embun ke Eropa (viva.co.id)

AN.TV - Bagi Aktor film Rizky Hanggono,  dunia seni peran bukan hal yang baru lagi, sejak namanya mencuat lewat film Ungu Violet pada 2005 sebagai Lando, kariernya pun di film makin cemerlang. Namun kali ini, film yang di perankan Rizky Hanggono, ada hal baru yang belum pernah diperankannya yakni mendapatkan karakter tokoh akademis  yang tegas, jelas dan harus punya wibawa. Hal ini dianggapnya cukup sulit, sebab harus sesuai dengan kisah nyata dari film berjudul “Mengejar Embun ke Eropa.”

 Dalam film yang di bintanginya ini, Rizky Hanggono berperan sebagai Prof. Dr. Ir. Puro dan Putri Ayudya sebagai Ani, serta aktor pendukung lainnya. Film ini diangkat berdasarkan kisah nyata, seorang  tokoh pelopor akademis, di salah satu kampus ternama di Kendari.

 " Oke,  di film ini saya berperan sebagai Puro, dia seorang akademisi seorang pendidik yang punya idealisme tinggi, seorang yang berkomitmen terhadap dunia pendidikan dan juga memperbaiki kualitas pendidikan di kampus tempat dia berada walaupun tantangannya banyak sekali, “kata Anggono.

Film ini menceritakan kisah nyata dari anak Pulau Muna,Kendari,Sulawesi Tenggara.

ceritanya berawal dari anak-anak Pulau Muna, di Kendari,Sulawesi Tenggara yang tinggal di daerah/ krisis air, mengawali kehidupannya dengan mandi air embun, sebelum pergi ke sekolah. Puro adalah salah satu anak laki-laki Pulau Muna itu. Masa kecilnya  hanya bisa mandi, kalau ada air embun di perkebunan singkong. Demikian juga Ani, yang mengalami nasib sama dengan Puro, mereka adalah anak peladang yang hidupnya sederhana.

Saat dewasa, dalam suatu acara tarian adat, perayaan syukuran, Puro dan Ani bertemu, mereka menjalin kasih, hingga ke jenjang pernikahan.

Nasib baik mengantarkan Puro menuju Eropa, di Roma Vatikan, Padua, Napoli, Pompei dan Leiden untuk menimba ilmu, yang dibiayai Pemerintah Kendari. Sepulang dari Eropa, Puro bekerja di Universitas Delapan Penjuru Angin di Kendari. Usaha Puro memperbaiki etos kerja para dosen, memberantas manipulasi nilai, berujung pada pencopotan jabatannya, sebagai Kepala Jurusan Sosial Ekonomi. Meski begitu, loyalitas dan dedikasi Puro tak pernah surut.

 Pada akhirnya, Puro mencalonkan diri sebagai rektor dan terpilih, tanggung jawabpun semakin besar. Kampus semakin rusuh dan dijuluki kampus tukang demo dan banyak perlawanan untuk menentang Rektor Puro. Perlawanan terhadap premanisme akhirnya dilakukan Puro, dengan melibatkan seluruh potensi kampus dan membangun jaringan pihak luar.

 Akhirnya kepemimpinan Puro berhasil membawa perubahan kampus, hingga akhirnya nama kampus harum, dan mengingatkan Puro pada kebiasaan mandi dengan cara mengejar embun di dedaunan pagi hari.

Film yang di sutradarai oleh Haryo Sentanu bertujuan untuk mengingat jasa sang tokoh yang sudah membuat perubahan di Kendari, Sulawesi Tenggara. Film ini sudah mulai tayang di seluruh bioskop di Indonesia.

Demikian laporan Sudarmanto dan Handi Febrian dari Jakarta.

432
Love
(wan)